Tubuh adalah bagian penting dari dirimu, karena itu wajib untuk dijaga kesehatannya. Tanpa tubuh yang sehat dan kokoh, sulit bagimu untuk mejadi versi terbaik dari dirimu. Sama halnya dengan kesehatan tulang, sendi, dan ototmu. Ketiga aspek tersebut bekerja sama untuk memberi dukungan, keseimbangan dan menjaga bentuk tubuhmu, sehingga kamu bisa bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan mudah. Hal pertama yang harus dilakukan untuk menjaganya adalah melalui gaya hidup sehat. Salah satu hal mendasar yang harus kamu terapkan adalah olahraga secara teratur. Dengan melakukan aktivitas ini kamu dapat meningkatkan kepadatan tulang dan membuat otot yang mengelilingi sendi-sendi menjadi kuat.
Banyak motivasi yang dapat membuat seseorang rutin berolahraga, mulai dari keinginan menurunkan atau menambah berat badan, mengecilkan perut, mengecilkan paha, meninggikan badan, dan lain sebagainya. Namun apa pun motivasimu, melakukan aktivitas fisik ini tentu akan membawamu kepada kualitas kesehatan yang lebih baik dan dampak yang positif bagi dirimu. Yuk, mulai berolahraga dengan panduan berikut!
Awali olahraga dengan pemanasan dan akhiri dengan pendinginan. Lakukan kira-kira selama 5-10 menit. Saat melakukan pemanasan dan peregangan, lakukan secara perlahan, kira-kira sekitar 20-30 detik.
Kamu bisa coba melakukan jalan sehat yang dimulai dengan tempo lambat, kemudian tingkatkan kecepatan berjalan secara bertahap. Jenis olahraga ringan ini baik untuk otot dan sendimu, karena akan membuat otot-otot dan sendi bergerak dan meningkatkan kekuatannya.
Kemudian, coba lakukan senam aerobik tiga kali seminggu dengan durasi 20-60 menit setiap kalinya. Senam aerobik mengandung rangkaian gerakan yang dapat mengaktifkan otot-otot tubuh. Jika dilakukan secara teratur dan konsisten, aktivitas ini akan menstimulasi perkembangan tulang dan mengurangi risiko osteoporosis.
Bila sudah mulai terbiasa berolahraga, kamu bisa melakukan olahraga yang lebih berat seperti bersepeda, berenang, menari, atau mendaki gunung. Melakukan jenis olahraga tersebut juga akan membuat tulang menjadi sehat dan kuat karena sering dilatih menanggung beban, serta membantu meningkatkan kekuatan dan keseimbangan otot untuk mencegah terjatuh.
Ajak teman, keluarga, atau pasangan untuk melakukan olahraga bersama agar lebih bersemangat.
Usahakan untuk lebih aktif bergerak di mana pun dirimu berada, salah satunya dengan memilih menggunakan tangga daripada lift atau eskalator. Bila bangunan terlalu tinggi, kamu bisa naik tangga sampai lantai tiga atau empat, kemudian dilanjutkan menggunakan lift.
Berapa pun usiamu, apa pun pekerjaan dan aktivitasmu, tidak ada alasan untuk tidak berolahraga. Yuk, sempatkan untuk tetap bergerak lebih aktif dari sebelumnya untuk dapatkan hasil yang positif!
Sumber : https://www.anlene.com/id/ms/inspire/we-are-more/bergerak-lebih-aktif-untuk-dampak-yang-positif.html?gclid=CjwKCAjw-dXaBRAEEiwAbwCi5hVhnY34rsPA9uplqEPqqAL6weKyTpdN18frsc7yZxTGyz0fafcokhoClxIQAvD_BwE
6 Contoh Gangguan-gangguan (Kelainan dan Penyakit) pada Sistem Gerak| Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Kelainan pada sistem gerak dapat terjadi karena beberapa hal, seperti bawaan lahir, kekurangan vitamin, atau dapat juga akibat kecelakaan. Berikut adalah 10 contoh gangguan pada sistem gerak:
Hypophosphatemic Rickets. Hypophosphatemic Rickets merupakan gangguan dimana tulang menjadi terasa agak menyakitkan dan mudah bengkok karena darah mengandung kadar posfat rendah. Kelainan ini dapat dilihat secara kasat mata, yaitu terlihat dari kaki yang berbentuk seperti huruf O dan huruf X. Gangguan ini tergolong langka dan bersifat menurun melalui gen dominan yang dibawa oleh kromosom X. Tulang dalam pertumbuhannya membutuhkan posfat, kekurangan posfat akan menyebabkan pertumbuhan pada tulang menjadi tidak sempurna.
Penurunan penyakit hypophosphatemic rickets
Gejala penyakit hypophosphatemic rickets yaitu terjadinya pembengkokan pada lengan dan kelainan bentuk pada tulang lainnya, nyeri tulang, dan tubuh yang pendek. Tulang juga dapat menjadi lebih besar saat otot menempel pada ujung tulang sehingga dapat membatasi gerakan persendian. Gejala ini mulai nampak pada tahun pertama setelah kelahiran. Sebaiknya jika bayi menampakkan gejala tersebut orang tua tanggap dengan mengkonsultasikan kepada dokter, jika diperlukan untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan gejala dari penyakit hypophosphatemic rickets maka lakukan tes laboratorium, jika hasil menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam darah normal namun kadar posfat rendah maka dapat dipastikan bahwa penyakit tersebut adalah hypophosphatemic rickets.
Penderita penyakit hypophosphatemic rickets
Cara mengobati penyakit hypophosphatemic rickets yaitu dengan meningkatkan kadar posfat di dalam darah, dimana akan meningkatkan bentuk tulang normal. Posfat bisa digunakan melalui mulut dan harus dikombinasikan dengan calcitriol (bentuk aktif dari vitamin D). Menggunakan Vitamin D tunggal tidak mencukupi. Jumlah posfat dan calcitriol harus disesuaikan dengan hati-hati karena pengobatan ini seringkali menyebabkan kalsium kadar tinggi di dalam darah, penumpukan kalsium pada jaringan ginjal, atau batu ginjal. Efek ini bisa membahayakan ginjal dan jaringan lain.
Osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu keadaan di mana proses penghancuran tulang lebih cepat dibandingkan dengan proses pembentukan tulang. Akibatnya tulang menjadi keropos karena tulang kekurangan kalsium. Penyakit ini kebanyakan diderita oleh orang yang lanjut usia, terutama wanita. Penyakit Osteoporosis dibedakan menjadi lokal dan umum. Osteoporosis lokal dapat karena kelainan primer di tulang atau sekunder akibat imobilisasi (kondisi keterbatasan gerak) anggota gerak dalam waktu yang lama. Osteoporosis umum dibagi menjadi osteoporosis umum primer dan sekunder. Osteoporosis primer tipe I dihubungkan pasca menopause, berkisar usia 50-75 tahun, untuk wanita penderita penyakit ini 6 hingga 8 kali lebih banyak dibandingkan pria, hal ini disebabkan karena kadar hormon estrogen dalam tubuh menurun dan juga menurunnya penyerapan kalsium. Osteoporosis umum primer tipe II terjadi pada usia 75-85 tahun, penderita wanita dua kali lebih banyak daripada pria , hal ini disebabkan proses penuaan dan penurunan penyerapan kalsium. Osteoporosis umum sekunder dihubungkan dengan berbagai penyakit yang berakibat pada kelainan tulang, bisa diakibatkan penggunaan obat atau lainnya. Penyakit osteoporosis dapat dicegah dengan memaksimalkan massa tulang selama usia pertumbuhan, hindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan osteoporosis, rajin berolahraga, menerapkan gaya hidup sehat, tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, tidak diet yang rendah kalsium. Untuk yang sudah mendapati usia menopause dianjurkan untuk olahraga, mengkonsumsi makan dan minuman yang banyak mengandung kalsium. Massa tulang dapat diukur dengan keakuratan mencapai 88-99% menggunakan "Bone Densitometer". Untuk pengobatan osteoporosis, carilah pengobatan yang bertujuan untu meningkatkan massa tulang, konsumsi kalsium, vitamin D, hormon estrogen pengganti (untuk wanita), kalsitonin, kalsitriol dan sebagainya dengan anjuran dokter.
Perbandingan kondisi tulang yang normal dengan osteoporosis
Osteoporosis
Rheumatoid Arthritis.Rheumatoid arthritis adalah gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada membran sinovial. Radang itu dapat meluas sampai ke kartilago artikular (kartilago yang melapisi perendian). Jika penyakit ini memburuk dapat menyebabkan kerusakan tulang, bahkan persendian dapat terlepas. Penyakit ini dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat, dan kerusakan yang dapat ditimbulkan bersifat permanen. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, dalam artian tidak dapat dikembalikan seperti sedia kala, pengobatan yang dilakukan biasanya cenderung untuk menghilangkan rasa sakit.
Penderita Rheumatoid arthritis
Penderita Rheumatoid arthritis
Kelainan Tulang Akibat Hormonal. Tulang tumbuh memanjang karena rangsangan dari hormon pertumbuhan seperti hormon tiroksin. Hormon Tiroksin akan merangsang metabolisme kalsium yang berakibat pada pertumbuhan memanjang ujung tulang pipa (epifiseal). Jika produsi hormon tersebut terganggu/kurang, maka akan memengaruhi pertumbuhan sehingga tulang tetap pendek. Keadaan ini menyebabkan pertumbuhan tinggi badan yang terhambat atau kerdil. Kelainan ini juga disebut sebagai kretinisme. Jika produksi hormon berlebihan, pemanjangan tulang juga akan tidak normal, sehingga tulang lebih panjang dari sewajarnya. Pemanjangan tulang yang tidak normal ini menyebabkan pertumbuhan raksasa atau yang disebut juga dengan gigantisme. Kelainan tulang akibat hormonal sulit di atasai dan tidak dapat disembuhkan.
Kretinisme
Gigantisme
Patah Tulang (Fraktura). Retak atau patah tulang dapat terjadi karena suatu benturan atau tekanan yang terlalu keras, selain penyebab tersebut, patah tulang dapat juga terjadi akibat kecelakaan. Tulang yang retak atau patah dapat sembuh kembali, karena tulang dapat membentuk jaringan baru untuk memerbaiki jaringan yang telah rusak. Oleh karena itu, penderita patah tulang, terutama jika usianya masih muda akan lebih cepat sembuh kembali, tetapi jika sambungan tulang yang patah tersebut tidak baik, maka bentuknya juga akan menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Perlu penanganan yang tepat agar tulang yang patah dapat tersambung kembali dengan baik.
Tipe-tipe Patah Tulang (Fraktura)
Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah. Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan posisi tulang seorang mengalami kelainan. Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang salah. Contoh kelainan tersebut yaitu kifosis, lordosis, dan skoliosis. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang, sehingga tubuh menjadi bungkuk. Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan, sehingga bagian perut menjadi maju. Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke arah samping, sehingga tubuh ikut menjadi melengkung ke samping. Penyakit ini dapat dicegah dengan cara membenarkan sikap duduk yang benar, agar pertumbuhan dan bentuk tulang tetap baik dan teratur.
Penyakit Tulang Akibat Kebiasaan Posisi Duduk yang Salah (Skoliosis, Kifosis, Lordosis
Demikian artikel mengenai contoh-contoh penyakit dan gangguan pada sistem gerak manusia, semoga bermanfaat. Silahkan Like dan Share kepada teman lainnya.
Manusia dapat bergerak berkat adanya sistem otot. Otot terbentuk dari sel-sel khusus yang disebut serabut otot. Dalam menggerakkan tubuh, otot bekerja sama dengan pendukung lain. Otot ada yang menempel pada tulang, membentuk organ dalam, atau pembuluh darah, lalu bersama-sama bekerja menggerakkan organ tubuh.
Tanpa Anda sadari, seluruh bagian tubuh memiliki otot. Ada otot yang bertugas melakukan gerakan-gerakan besar, ada juga otot yang berperan dalam melakukan gerakan yang lebih kecil dan halus. Yang terakhir ini misalnya gerakan berkedip dan ekspresi wajah.
Berbagai Jenis Otot
Ada tiga jenis otot pada sistem otot tubuh manusia, yaitu:
Otot jantung
Sesuai namanya, otot ini bekerja di daerah jantung. Otot bekerja memompa darah keluar dari jantung, beredar ke seluruh tubuh, kemudian otot rileks kembali dan membiarkan darah masuk kembali ke jantung. Begitu seterusnya. Sifat otot jantung adalah otonom atau bekerja dengan sendirinya, tanpa perlu bantuan Anda untuk melakukan atau menggerakkan.
Otot polos
Seperti otot jantung, otot polos juga bekerja dengan sendirinya tanpa perlu bantuan Anda, sehingga sering disebut otot involunter, yang bekerja tanpa disadari. Otot ini bekerja atas perintah otak dan kebutuhan tubuh. Otot ini berlapis-lapis dan terdapat di seluruh tubuh. Misalnya, di saluran pencernaan, otot polos yang bekerja dalam membantu perjalanan makanan. Otot polos yang terdapat di kandung kemih, bekerja menahan dan melepas air seni.
Otot rangka
Di dalam sistem otot, otot rangka adalah otot yang paling bisa Anda rasakan keberadaannya. Otot ini bekerja berdasarkan gerakan Anda secara sadar dan bertujuan (volunter). Bersama tulang dan tendon, otot melakukan gerakan yang Anda lakukan. Besarnya otot rangka berbeda-beda. Ada yang besar dan kuat, sehingga bisa melakukan gerakan-gerakan besar. Misalnya, otot di punggung, dekat tulang belakang, yang memungkinkan Anda berdiri tegak. Ada juga otot yang tidak besar tetapi bisa melakukan gerakan yang istimewa. Contohnya adalah otot leher, bisa melakukan gerakan memutar kepala, menyangga kepala, dan mengangguk.
Fungsi Otot
Sistem otot yang ada di seluruh tubuh juga memiliki fungsi yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak informasi di bawah ini:
Melakukan gerakan tubuh
Fungsi utama dari sistem otot di tubuh adalah untuk melakukan gerakan. Ketika Anda melakukan gerakan, otot mengikuti arah gerakan yang Anda maksudkan, bersama-sama dengan tulang dan tendon.
Menjaga keseimbangan tubuh
Sistem otot membuat tubuh menjadi stabil, karena otot melindungi bagian-bagian penting yang bertugas untuk membuat tubuh menjadi tegak, yaitu bagian punggung. Ada otot yang disebut dengan otot inti, yaitu pada punggung, perut, dan panggul. Semakin kuat otot-otot inti ini, tubuh akan semakin stabil sehingga mampu menjaga keseimbangan.
Mengatur postur
Otot juga berfungsi dalam mengatur postur tubuh. Jika ada keluhan atau kondisi otot yang tidak semestinya seperti otot pinggul yang tegang atau otot leher yang kaku, akan memengaruhi postur tubuh. Sebaliknya, jika postur tubuh tidak dijaga baik, akan membuat otot semakin lemah dan sendi terasa nyeri, misalnya kebiasaan posisi duduk atau berjalan membungkuk.
Membantu proses melahirkan
Pada saat Anda hamil, otot-otot polos yang ada di rahim bekerja menopang rahim yang terus membesar seiring bertambahnya berat janin. Ketika tiba saatnya melahirkan, otot polos ini mendorong bayi menuju jalan lahir, dengan cara kontraksi.
Pernapasan
Ketika Anda bernapas, ada sistem otot yang bekerja. Diafragma adalah otot yang digunakan untuk pernapasan. Ketika bernapas sehari-hari, otot diafragma bekerja sendiri. Ketika Anda sedang bernapas yang lebih berat, misalnya sedang berlari atau bernapas, otot diafragma memerlukan bantuan dari otot tubuh lain. Seperti otot punggung, otot perut, atau otot leher.
Penglihatan
Anda mungkin saja tidak menyadari bahwa ada rangkaian otot yang berada di mata. Otot polos inilah yang membuat Anda dapat menggerakkan mata seperti berkedip dan membuat Anda mampu menyesuaikan jarak pandang serta menggerakkan bola mata ke segala arah. Jika ada kerusakan pada otot-otot ini, maka Anda pun dapat mengalami gangguan penglihatan.
Selama ini mungkin Anda hanya menyadari bahwa sistem otot hanyalah otot-otot yang dapat digerakkan atau dikendalikan oleh Anda. Namun, sebenarnya masih banyak jenis otot yang fungsinya sangat penting tanpa dirasakan keberadaannya. Dengan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, maka kinerja sistem otot pun akan tetap optimal.
Sumber : https://www.alodokter.com/memahami-sistem-otot-dan-fungsinya-bagi-tubuh
Pengertian Sendi, Macam-Macam Sendi, Contoh dan Jenis Pergerakan Sendi Lengkap
Pengertian Sendi, Macam-Macam Sendi, Contoh dan Jenis Pergerakan Sendi Lengkap - Sendi adalah penghubung antar tulang sehingga tulang dapat digerakkan. Hubungan antar tulang disebut dengan persendian atau artikulasi. Sendi ini ada pada manusia dan hewan. Fungsi sendi yaitu memberikan fleksibilitas dan juga pergerakan pada tempatnya, sendi juga berfungsi sebagai poros anggota gerak. Adapula jenis sendi dalam tubuh yang hanya memberikan sedikit pergerakan, namun sangat berfungsi dalam memberikan kestabilan pada tubuh. Keseluruhan jumlah sendi dalam tubuh manusia yaitu sekitar 360 sendi
.
Komponen Pembentuk Sendi
Adapun komponen pembentuk atau komponen penunjang sendi yaitu:
Ligamen, yaitu jaringan berbentuk pita yang tersususn atas serabut liat yang mengikat antar tulang pada sendi dan menjaga agar tidak terjadi perubahan lokasi pada saat sendi dan tulang saat bergerak.
Kapsula Sendi, yaitu lapisan berserabut yang melapisi sendi. Bagian dalam kapsula sendi ini berongga.Fungsi kapsul sendi yaitu menghubungkan dua tulang pada sendi.
Tulang rawan hialin (kartilago hialin), yaitu jaringan tulang rawan yang menutupi kedua ujung tulang. Fungsi tulang rawan hialin ini yaitu untuk menjaga dari benturan.
Cairan sinovial, yaitu cairan pelumas pada kapsula sendi.
Macam-Macam Sendi
Berdasarkan Sifat Pergerakannya
Berdasarkan sifat pergerakannya, tipe persendi dibedakan menjadi:
Sinartosis (Sendi Mati), yaitu tipe persendian yang tidak bisa digerakkan, biasanya tulang pada persendian Sinartosis dipersatukan oleh serabut jaringan ikat atau tulang rawan hialin. Contoh sendi mati diantaranya sendi antar tulang tengkorak.
Amfiartrosis (Sendi Kaku), yaitu tipe persendian yang hanya memungkinkan terjadinya sedikit pergerakan. Contoh sendi kaku yaitu sendi antar tulang rusuk.
Diartosis (Sendi Gerak), yaitu tipe persendian yang memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah, dua arahataupun ke segala arah. Contohnya sendi gerak diantaranya sendi pada lutut (satu arah), ruas telapak tangan (dua arah) dan sendi bahu (ke segala arah).
Berdasarkan Arah Pergerakannya
Jenis sendi berdasarkan arah pergerakannya, yaitu: Sendi Engsel, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya satu arah pergerakan saja, biasanya sendi engsel hanya bisa ditekuk atau diluruskan. Contoh sendi engsel yaitu sendi pada tulang lutut dan siku.
Sendi Pelana, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya dua arah gerakan. Contoh sendi pelana diantaranya sendi pada ruas telapak tangan.
Sendi Peluru, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya pergerakan ke segala arah, contoh sendi peluru yaitu sendi pada tulang paha dan bahu.
Sendi Putar, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan salah satu tulang yang berputar terhadap tulang lain. Contoh sendi putar yaitu sendi pada tulang atlas.
Sendi Geser, yaitu sendi yang memungkinkan gerakan tulang yang satu menggeser pada tulang yang lain. Contoh sendi geser yaitu persendian antartulang karpal. Sendi Luncur atau sendi arthrodial, yaitu jenis sendi dimana permukaan tulang sendi yang terlibat datar atau hanya sedikit melengkung. Sendi ini menggabungkan permukaan datar tulang. Contoh sendi luncur diantaranya pergelangan tangan.
Sendi Gulung, yaitu sendi yang hanya memungkinkan terjadi sedikit gerakan dan dapat mengitari poros. Contoh sendi gulung diantaranya tulang pengumpul dengan hasta.
Sendi Kondiloid, yaitu sendi yang dapat digerakkan ke samping dan maju mundur, akan tetapi tidak mengitari poros. Contoh sendi kondiloid ini terdapat pada telapak tangan.
Berdasarkan Strukturnya
Berdasarkan strukturnya, sendi dibedakan menjadi: Sendi Fibrosa, yaitu sendi yang tidak memiliki tulang rawan, satu tulang dengan tulang lainnya dihubungkan oleh jaringan ikat fibrosa. Sehingga banyak dijumpai tidak bisa digerakkan. Contohnya pada sutura tulang tengkorak.
Sendi Kartilaginosa, yaitu sendi yang ujung tulangnya dihubungkan oleh kartilago dan disokong oleh ligamen. Sendi Kartilago dikelompokkanmenjadi 2, yaitu :
Sinkondrosis, yaitu sendi yang seluruh persendiannya diliputi tulang rawan. Contohnya Sendi Kostokondral.
Simfisis, yaitu sendi yang tulangnya memiliki hubungan fibrokartilago dan selapis tulang rawan hialin yang menyelimuti permukaan sendi. Contohnya pada bagian simfisis pubis.
Sendi Sinovial, yaitu sendi yang memiliki ruang antar sendi sehingga memungkinkan terjadi banyak gerakan, ujung tulangnya dilapisi tulang rawah hilain yang tipis untuk menjaga benturan dan gesekan antartulang. Contohnya yaitu pada lutut.
Sumber : https://www.sekolahpendidikan.com/2017/09/pengertian-sendi-macam-macam-sendi.html#
Salah satu bukti kekuasaan Allah swt, adalah diciptakannya alam beseta isinya , termasuk kita umat manusia. Dan manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Alah yang diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Manusia adalah makhluk yang secara fisik melebihi makhluk-makhluk lainnya. Dengan fisik yang sempurna kita dapat berdiri, berlari, memegang benda, menendang bola dan dapat melakukan berbagai aktifitas lainnya. Oleh karena itu sudah selayaknya kita bersyukur kepada Allah Swt, karena diberikan kesempurnaan fisik. Fisik manusia terdiri dari tulang belulang, daging dan kulit. Tulang belulang manusia yang saling berhubungan membentuk kerangka. Nah, pada bahasan kali ini asa generasiku.blogspot.com akan membahas masalah Kerangka Manusia dan Fungsinya.
Fungsi kerangka manusia adalah sebagai berikut :
1). sebagai penegak tubuh
2). sebagai pembentuk tubuh
3). sebagai tempat melekatnya otot (otot rangka)
4). sebagai pelindung bagian tubuh yang penting
5). sebagai tempat pembentukkan sel darah merah
6). sebagai alat gerak pasif
Bagian-Bagian Rangka Manusia Rangka manusia terbagi menjadi 3 kelompok yaitu : 1. Rangka kepala/ tengkorak berfungsi melindungi otak 2. Rangka Badan berfungsi melindungi organ - organ tubuh seperti paru-paru, jantung, hati dan lain-lain. 3. Rangka anggota gerak berfungsi bergerak seperti, berjalan, berlari, memegang benda dan sebagainya. Baiklah untuk lebih jelasnya tiap-tiap rangka tersebut di atas kita uraikan tulang-tulang yang menyusun rangka tersebut. Ayo kita perhatikan gambar di bawah ini ! 1. Rangka kepala
Tulang-tulang yang menyusun rangka kepala adalah : a. tulang dahi b. tulang ubun-ubun c. tulang pelipis d. tulang tengkorak e. tulang baji f. tulang air mata g. tulang pipi h. tulang hidung i. tulang rahang atas j. tulang rahang bawah k. tulang lidah 2. Rangka badan
Tulang-tulang penyusun rangka badan terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu : a. 33 ruas tulang belakang b. 12 pasang tulang rusuk ( 7 pasang rusuk sejati, 3 pasang rusuk palsu, 2 pasang rusuk melayang) c. Tulang dada terdiri dari : - tulang hulu - tulang badan - tulang pedang-pedangan. - tulang bahu terdiri dari : 2 tulang selangka dan 2 tulang belikat - tulang panggul terdiri dari : 2 tulang duduk, 2 tulang usus dan 2 tulang kemaluan 3. Rangka anggota gerak Tulang-tulang penyusun anggota gerak terdiri dari : Anggota gerak atas (tangan)
a. Anggota gerak atas (tangan) terdiri dari :
- tulang pengumpil - tulang lengan atas - tulang hasta - tulang pergelangan tangan - tulang telapak tangan - ruas-ruas jari tangan
b. Anggota gerak bawah (kaki) Tulang-tulang penyusun anggota gerak bawah terdiri dari :
- tulang paha - tulang tempurung lutut - tulang kering
- tulang betis - tulang pergelangan kaki - tulang telapak kaki - ruas-ruas jari kaki
Sumber : http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/03/rangka-manusia-dan-fungsinya.html
Hukum Newton – hukum newton murupakan suatu hukum yang ada dalam dunia fisika yang menggambarkan hubungan antara suatu gaya yang bergerak dikarenakan adanya sebab. Hal ini menjadi pondasi dalam mekanika klasik dalam hukum fisika dengan 3 jenis hukum yang ada.
Pada awalnya hukum newton dikemukakan oleh seorang ahli fisikawan dalam masanya yang namanya dijadikan sebagai nama dari hukum ini. Bernama lengkap Potret Sir Isaac Newton(1643 – 1722). Seorang Fisikawan asal eropa yang menemukan hukum gravitasi, gukum gerak, kalkulus, spektrun, serta teleskop pantul.
Dikarenakan dedikasinya dalam dunia pendidikan dan ilmuwan. Sehingga, hukum yang diitemukan oleh newton ini diberi nama dengan hukum newton yang memiliki 3 konsep dasar. Yaitu Hukum Newton 1, Hukum Newton 2, dan Hukum Newton 3.
Hukum Newton 1
Sumber: pixabay.com
Bunyi Hukum Newton 1
Bunyi Hukum Newton 1 : “Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap“
Pengertian Hukum Newton 1
Sumber: fismath.com
Dari bunyi hukum newton 1 ini dapat dipahami bahwasanya suatu benda akan berusaha mempertahankan keadaannya atapun posisi awalany yang ia miliki. Dimana, benda yang awalnya diam akan berusaha untuk tetap diam. Begitu juga jika benda yang awalnya bergerak akan berusaha untuk tetap bergerak.
Dikarenakan adanya kecendrungan dalam mempertahankan posisi semula yang dialami oleh suatu benda tersebut maka, hukum newton 1 ini disebut juga sebagai hukum inersia atau hukun kelembaman.
Dalam penerapan kesehariannya, hukum newton 1 ini memiliki contoh penerapan disaat anda berkendara apakah itu dengan motor, mobil, dan alat yang bergerak seperti lift. Kemudian, benda tersebut tiba – tida di rem atau berhenti secara mendadak. Maka, badan anda cenderung maju kedepan atau terus melaju kedepan. Hal inilah dimaksud dengan “kecendrungan untuk terus melaju”.
Sumber: pixabay.com
Hal yang sama juga terjadi saat anda akan mulai bergerak dari keadaan diam. Contoh yang paling terasa adalah saat anda berkendara dengan mobil. Anda cenderung tersentak kebelakang saat kendaraan mulai melaju.
Dari keda contoh diatas dan contoh yang anda alami dalam keseharian ini merupakan peristiwa dari hukum inersia atau kelembaman. Dimana, adanya kelembaman ini suatu benda dipengaruhi oleh massa benda tersebut yang semakin besar massa benda tersebut. Maka, semakin besar pula kelembamannya.
Dengan adanya pengaruh dari massa suatu benda. Maka, secara tidak langsung akan memperngaruhi besarnya daya dan gaya yang diperlukan untuk melakukan percepatan saat dalam kondisi diam atau menghentikan benda yang berada dalam kondisi bergerak.
Rumus Hukum Newton 1
Dengan demikian rumus newton 1 dapat dirumuskan sebagai berikut :
∑F = 0
Atau,
Resultan gaya (Kg m/s2)
Hukum Newton 2
Sumber: pixabay.com
Bunyi Hukum Newton 2
Bunyi Hukum Newton 2 : “Percepatan sebuah benda berbanding lurus dengan gaya total yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya. Arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya”.
Pengertian Hukum Newton 2
sumber: youtube.com
Berdasarkan dari bunyi hukum newton ke 2 ini. Dapat dipahami bahwasanya suatu gaya benda akan semakin bertambah besar jika diberikan dorongan daya yang searah dengan laju arah gaya benda tersebut. Namun, jika diberikan gaya tolak atau berlawanan arah dari gaya benda tersebut. maka, akan memperkecil ata
Dikarenakan terjadi perubahan kecepatan dan perubahan laju dari benda yang mendapat gaya tersebut. Akan membuat total gaya dari massa benda dan percepatan benda yang diberikan dapat menyebabkan percepatan dan perlambatan benda tersebut. Dimana, Semakin besar percepatan atau perlambatan yang diberikan akan mempengaruhi arah gerak benda tersebut.
Contoh hukum newton 2 dapat diamati saat anda menggelindingkan bola ditanah datar. Jika semula anda menggelindingkan bola dari kanan menuju kiri lalu memberikan gaya dari kanan pula dengan cara menendang bola tersebut. Maka, bola tersebut akan mendapat gaya searah dari kanan kekiri yang membuatnya mengalami percepatan.
Contoh lain dari hukum newton 2 adalah ketika anda melempar batu keatas secara vertikal. Pada awalnya batu tersebut akan melaju keatas dengan kecepatan yang konstan. Kemudian, akibat adanya gaya gravitasi akan memperlambat batu dan menghentikannya. Lalu, batu tersebut akan kembali ke bumi dengan kecepatan dari massa batu ditambah dengan adanya gaya gravitasi yang mempercepat batu tersebut.
Rumus Hukum Newton 2
Sumber: pixabay.com
Dengan demikian, dikarenakan adanya keterkaitan antara percepatan dan gaya atau percepatan dengan massa benda. Sehingga, gaya yang ada berbanding lurus dengan percepatan yang dipengaruhi massa benda tersebut. Dapat dirumuskan sebagai berikut :
F = m a
Dengan,
F = gaya (N) m = massa benda (Kg) a = percepatan (m/s2)
Contoh Soal Hukum Newton 2
Sebuah bola besi memiliki massa 100 kg. Kemudian, bola besi tersebut menggelinding sehingga memperoleh gaya percepatan 9,8 m/s2. Berapa besar gaya yang diperlukan untuk menggelindingkan bola tersebut?
Pembahasan
Diketahui: m = 100 kg a = 9,8 m/s2
Ditanya: F = … ?
Jawab: F = m a = 100 kg x 9,8 m/s2 = 980 kg m/s2 = 980 N Jadi, gaya yang diperlukan adalah 980 N.
Hukum Newton 3
sumber: google.com
Bunyi Hukum Newton 3
Bunyi Hukum Newton 3 : “Setiap aksi akan menimbulkan reaksi, jika suatu benda memberikan gaya pada benda yang lain maka benda yang terkena gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama, tetapi arahnya berlawanan“.
Pengertian Hukum Newton 3
Dari bunyi hukum newton ke 3 ini dimana setiap aksi akan menimbulkan aksi atau setiap sebab akan menimbulkan akibat. Dimana, setiap gaya sebab yang diberikan akan menghasilkan besarnya gaya akibat yang dihasilkan. Pada contoh penerapan hukum newton ke 3 ini bekerja pada setiap benda yang diberikan gaya aksi akan menghasilkan gaya reaksi. Namun, gaya aksi reaksi tersebut saling berlawanan arah dan bekerja pada benda yang berbeda.
Sebagai contoh hukum newton 3, ketika anda memukul paku dengan paku. Dimana, palu adalah gaya aksi dengan gaya dari paku adalah gaya reaksi dari palu tersebut. Saat anda memukul paku dengan palu, begitu palu menyentuh paku, palu berhenti sesaat atau bahkan memantul. Gaya berhenti sesaat atau bahkan memantul tersebut merupakan gaya reaksi yang dihasilkan oleh aksi palu tersebut.
Contoh Penerapan Hukum Newton 3
Sumber: berpendidikan.com
Sebuah benda dengan berat (w) yang berada diatas meja. Meja akan memberikan reaksi gaya normal (N), sehingga N = W dengan arah gaya saling berlawanan.
Sumber: berpendidikan.com
Menggantung benda secara vertikal akan menghasilkan gaya tegang tali (T) yang sama besarnya dgn massa benda (W) dengan arah yang berlawan
Sumber: berpendidikan.com
Ketika seseorang dengan berat (W) menaiki lift. Saat dalam keadaan diam, gaya yang dihasilkan sama dengan berat orang tersebut (F = W). Saat lift bergerak naik maka, gaya yang dihasilkan lebih besar dari berat orang (F > W). Ketika lift turun makan berat orang tersebut lebih besar dari gaya yang dihasilkan (F < W).
Rumus Hukum Newton 3
1. Gaya Gesek
2. Gaya Berat
3. Berat Sejenis
Contoh Soal Hukum Newton 3
Kereta M dipercepat ke kanan dengan percepatan . Abaikan semua gesekan, massa katrol, dan juga massa tali. Anggap g = 10 m/s2. Jika maka tegangan tali T pada sistem …. (Simak UI 2010)
(A) 8 N (B) 12 N (C) 15 N (D) 20 N (E) 25 N
Pembahasan:
Karena yang mengalami percepatan adalah kereta M, maka kotak yang juga mengalami percepatan yang nilai dan arahnya sama adalah kotak 3 karena terletak secara vertikal tepat di sebelah kanan, serta kotak 2 karena terhubung dengan kotak 3. Percepatan pada kotak satu tidak sama dengan nilai percepatan pada kotak 2 dan 3.
Persamaan Hukum Newton 2 pada kotak 1 secara horizontal dapat ditullis dengan:
tidak dapat dihitung.
Persamaan pada kotak 2 secara horizontal dapat ditullis dengan:
Persamaan pada kotak 3 secara vertikal dapat ditullis dengan: